Tampilkan postingan dengan label tips-Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips-Tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 November 2009

Menghadapi Wawancara Kerja

Anda telah sukses mengahadapi awal seleksi proses penerimaan pegawai, sekarang anda akan menghadapi proses kelanjutan dari proses rekruitmen atau penerimaan pegawai. Apa yang musti dipersiapkan ? ...

Siapkan informasi mengenai perusahaan, jenis usaha, apa yang dihadapi saat ini. Siapkan juga informasi yang anda ketahui tentang pekerjaan anda nantinya.


Wawancara ...... hmmm menegangkan ? .... ooh tidak ini adalah proses biasa dalam penerimaan kerja .... Anda harus yakin bahwa anda pasti bisa. Karena anda sudah merupakan pemenang awal dari proses sebelumnya.

Proses wawancara memang sering menjadikan pelamar pekerja tegang .... hal ini mungkin karena kurang percaya diri atau jarangnya memunculkan diri di depan orang lain, bahkan tidak jarang menjadikan gugup, gemetar, sering kebelakang dan sebagainya. Namun yakinlah hal ini adalah sangat wajar, dan hampir dialami oleh setiap orng terutama yang baru saja lulus sekolah untuk memulai sebagai pekerja setelah selesai sekolah atau kuliah.

akhirnya.Persiapan menjadi kunci dalam setiap kegiatan yang memerlukan kepercayaan diri. Persiapan ini tidak harus anda persiapkan menjelang wawancara. Bahkan anda harus sudah siap mengikuti wawancara sejak anda menulis surat lamaran anda. Banyak informasi yang dapat anda gali dari informasi lowongan pekerjaan, baik dari koran, majalah ataupun informasi dari teman.

Sebelum wawancara.

Siapakan semua informasi mengenai perusahaan tempat anda melamar. Namun tidak jarang perusahaan tempat anda melamar tidak menyebutkan jenis usahanya atau anda melamar melalui sebuah biro pencari kerja ('head hunter'). Kalau memang demikian anda bisa melihat ulang lagi di iklan koran tentang perusahaan yang akan mencari tenaga kerja tersebut, atau kalau anda berdasarkan informasi orang lain anda bisa tanyakan yang bersangkutan tentang perusahaan itu. Informasi ini dapat anda ketahui dari brosure, buletin perusahaan atau "company profile", bahakan anda bisa melihat homepage perusahaan itu kalau memang ada di internet. Biasanya informasi di internet (Homepage) memberikan banyak tentang kondisi yang sedang dihadapi perusahaan saat ini. Ini akan meningkatkan perhatian pewanwancara dan menunjukkan bahwa anda perhatian terhadap perusahaan. Informasi yang penting anda ketahui antara lain : jenis usaha, proyek-proyek baru yang akan dikerjakan yang mungkin berhubungan dengan proses rekruitmen anda. Tugas-tugas apa yang kira-kira akan anda hadapi nantinya, biasanya sesuai dengan jabatan yang ditawarkan.

Seringkali pada waktu wawancara kerja ini juga menyangkut teori-teori tentang pekerjaan anda. Jangan lupa permasalahan mendasar atau teori dasar dari ilmu yang anda kuasai, sering kali pelamar terjebak oleh pertanyaan mendasar tentang teori atau ilmu dasar. Pengetahuan serta wawasan anda tentang aplikasi ilmu yang diterapkan di perusahaan sangat banyak menambah perhatian si pewawancara. Bersikaplah aktif dalam mencari informasi ini karena sebenernya informasi ini ada dimana-dimana bahkan teman anda yang telah bekerja di perusahaan itu bisa dijadikan sumber informasi, walaupun bukan dari bagian yang anda lamar sekalipun. Dan hargailah informasi tentang perusahaan atau pekerjaan ini sebaik-baiknya mungkin sekali anda memerlukannya nanti.

Sebelum wawancara ada baiknya anda mengontak ulang mereka (melalui telepon atau menghubungi langsung) tentang tempat dan waktu wawancara. Seringkali pula undangan wawancara ini sangat mendadak sehingga anda harus selalu siap untuk diundang kapanpun. Perhatikan perubahan jadwal dan waktu tempuh anda sehingga anda dapat menghadiri tepat pada waktunya. Perkirakan juga seandainya terjadi sesuatu misalnya kemacetan, hujan, atau halangan lain. Bagaimanapun juga datang 15-20 menit sebelum jam yang ditentukan akan menambah rasa percaya diri anda.

Sewaktu wawancara

Sikap anda sejak kedatangan biasanya sudah dinilai walaupun secara selintas, namun yang harus anda perhatikan adalah jangan bersikap pura-pura ataupun menutup-nutupi kekurangan sebab kalau anda grogi justru mengurangi rasa percaya diri anda. Bersikaplah yang wajar saja. Ingat harus percaya diri, kenapa tidak .... dari seleksi sebelumnya anda sudah mengalahkan calon-calon lainnya, bukan? Namun sifat percaya diri yang berlebihanpun kurang baik karena akan menimbulkan kesan sombong. Perusahaan seringkali mencari orang yang bukan hanya pintar tetapi juga orang yang bisa diajak kerja sama. Sehingga sifat 'cooperative' anda akan sangat membantu, misalkan anda diminta menunggu.

Bersikap wajar

'Body languange' mungkin baik untuk anda pelajari. Banyak orang yang melihat bahasa tubuh ini untuk melihat kepribadian seseorang. Cara anda duduk, mendengarkan, serta mempresentasikan diri anda sangat diperhatikan. Tidak jarang, pewawancara meminta anda untuk menerangkan skripsi atau tugas akhir yang telah anda susun. Untuk lulusan SMA dan yang sederajad biasanya menceriterakan pengalaman kerja sebelumnya atau karya anda sebelunya. Buku-buku mengenai bahasa tubuh ini banyak anda temukan di toko-toko buku. Kebiasaan-kebiasaan yang menganggu orang lain isalnya mengetuk-ngetuk meja, atau menggoyangkan kaki mungkin bisa anda kurangi dari sekarang.

Usahakan menjawab pertanyaan dengan tegas dan tidak berbelit. Seringkali kalau anda menjawab dengan ngelantur akan memancing ke pertanyaan lain yang kadang-kadang kurang menambah nilai anda. Kecuali diminta untuk menjelaskan sesuatu dan anda harus menjelaskannya dengan cara yang singkat. Waktu sangat bermanfaat, jangan sampai waktu wawancara yang kadang-kadang hanya 2-3 jam menjadi kurang dapat menggali potensi yang anda miliki. Untuk perusahaan atau pewawancara yang baik biasanya mereka sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan yang akan diajukan ke calon pegawai. Usahakan semua informasi yang ingin mereka gali dapat anda penuhi, sehingga benar-benar memuaskan mereka.

Lanjutan..

Selasa, 10 November 2009

Ini adalah awal dari posting saya.

Setiap karyawan pasti pernah merasakan naik turunnya emosi di tempat kerja. Berhubungan dengan banyak orang, dengan banyak sifat dan kemauan dan kemampuan, membutuhkan tenggang rasa tinggi, serta kemampuan untuk menguasai emosi sebaik-baiknya. Berikut ini enam tips untuk membantu Anda menjaga emosi agar tetap berada pada “daerah aman”. Artinya, tidak terlihat terlalu ambisius mengejar karier, tetapi tidak juga pasif. Berikut Tips nya :

1. Tenangkan diri

Pasti ada saat-saat dimana emosi Anda meledak. Jangan bawa rasa marah ke ruangan atasan, dan menuangkan semua emosi Anda kepadanya. Atasan bukan tempat yang tepat untuk curhat hal-hal sepele yang seharusnya bisa Anda selesaikan sendiri. Sebaliknya, tarik diri Anda dari situasi yang tak mengenakkan, dan kenali masalah yang membuat Anda marah. Setelah itu, analisa permasalahan.

2. Membaca sinyal

dan ini adalah akhirnya.Bila Anda termasuk orang yang bersemangat dan penuh dengan untuk melaksanakan tugas-tugas yang sulit, manfaatkan energi tadi untuk memaksimalkan kelebihan yang Anda miliki. Tetapi, tetaplah melakukannya dengan hati-hati.

3. Fakta pendukung
Bila sedang melakukan suatu tugas yang membuat Anda sangat bersemangat, jangan lupa untuk melengkapinya dengan fakta-fakta dan angka-angka

4. Kerja sama dengan baik
Kemampuan bekerja dalam tim merupakan keterampilan yang penting. Di lingkungan profesional, keberhasilan tim sangat tergantung dari kemampuan memberi dan menerima (take and give) antara para anggota tim yang bekerja sama demi mencapai tujuan.

5. Cari orang yang tepat
Kadang-kadang hanya dengan mengeluarkan uneg-uneg kepada seseorang yang mengerti dinamika kantor akan dapat menenangkan emosi Anda. Melepaskan kekesalan kepada seseorang yang tidak memiliki tingkat emosional yang sama dengan Anda merupakan cara terbaik. Pilihlah tempat curhat dengan bijaksana, dan pikirkan dua kali sebelum menentukan siapa orangnya agar Anda tidak dikhianati.

6. Menjaga keseimbangan hidup
Cara lain untuk mendapatkan keseimbangan emosional di tempat kerja adalah dengan memiliki keseimbangan hidup di luar tempat kerja Anda.

Lanjutan..

10 Aturan Bertengkar Sehat dengan pasangan kita ..

Ini adalah awal dari posting saya. Bagi sebagian orang, bertengkar secara bersahabat sungguh merupakan ide radikal. Artinya, ya tak perlu bertengkar. Saling menuduh, mengancam, menghina, dan memaki, baik diucapkan dengan suara tinggi maupun pelan tapi bernada mencemooh, akan sangat merusak hubungan.
Dan ingat, ucapan yang sudah dikeluarkan sering tak bisa ditarik kembali. Jadi, tak ada seorang pun perlu bersikap seperti monster atau mengancam. Kemarahan yang disampaikan dengan berteriak justru tak akan didengar pasangan. Dalam suasana yang panas, yang terjadi hampir selalu, pasangan pergi atau memberi kritik secara tak adil.
Di sisi lain, tak ada di dunia ini dua orang – tak peduli bagaimana perasaan mereka berdua – akan selalu setuju terhadap segala hal di setiap saat. Kalaupun ada, pasti akan membosankan, bukan?
Jadi, setiap pasangan selalu perlu menegosiasikan perbedaan. Mereka perlu memiliki ruang untuk saling mengkiritik yang membangun. Setiap pasangan memang perlu menyatakan pendapat dan boleh tak sepaham.
Dan mereka memang perlu memiliki cara untuk mengekspresikan perasaan yang kuat tentang hal yang tak didukung atau tak dimengerti pasangannya, tanpa perasaan akan dihakimi.
Hubungan Sehat
Hubungan yang sehat memang perlu penguasaan keterampilan “bertengkar secara bersahabat”, yaitu menghormati konflik yang dihadapi dan mengatasinya bersama-sama untuk menemukan solusi tepat.
Bertengkar secara bersahabat berarti mencari jalan keluar atas perbedaan yang jadi pokok masalah. Artinya, membicarakan dengan penuh semangat soal hal-hal yang dirasakan tanpa saling menyakiti.
Cara ini bisa membantu pasangan meredakan emosinya tanpa membuat suasana jadi kian memanas. Bertengkar secara bersahabat membuat Anda mampu ‘bertengkar’ tapi tetap dalam suasana bersahabat.
Pasangan dari suatu hubungan yang dewasa dan sehat tentu akan mengerti secara intuitif maksud dari ‘bertengkar secara bersahabat’. Ada orang yang cukup beruntung dibesarkan dalam keluarga dimana orangtuanya memperlihatkan ketaksepahaman tanpa marah-marah.
Meski sejumlah perbedaan yang dialami cukup membuat frustrasi dan sedih. Ada pula pasangan yang punya aturan, baik tertulis maupun tidak, yang ternyata mirip dengan konsep bertengkar secara bersahabat.
Nah, di bawah ini ada 10 tips atau aturan yang dapat memastikan, konflik akan memperkuat perkawinan Anda dan bukan membahayakan.

1. Merangkul Konflik

Tak perlu takut, konflik merupakan hal yang wajar, bahkan sehat. Perbedaan di antara Anda berdua memperlihatkan adanya hal-hal yang dapat dipelajari dari masing-masing pasangan. Seringkali konflik justru membuat hubungan jadi lebih dewasa.

2. Bicarakan Pokok Masalah

Bertengkar secara bersahabat berarti hanya membicarakan permasalahan yang dihadapi. Tidak saling mengejek, menghina, atau merendahkan. Cukup bicarakan masalah yang dihadapi tanpa menambahnya dengan masalah baru yang bisa saling menyakit hati masing-masing.

3. Mendengar & Sikap Menghargai

Jika seseorang merasa yakin akan sesuatu, sebaiknya dengarkan dengan sungguh-sungguh saat mereka mengutarakannya. Mendengar dengan sikap menghargai berarti mengenali perasaan pasangan, baik secara lisan maupun memusatkan perhatian pada pernyataannya.
Artinya, tidak menginterupsinya dengan mengatakan, ia tak boleh merasa demikian. Dengan kata lain, Anda menyimpan pendapat sampai pasangan tahu, Anda mengerti apa yang dirasakannya mengenai topik yang disampaikannya, meski belum tentu Anda mengerti betul.

dan ini adalah akhirnya.4. Bicara Dengan Lembut
Semakin keras suara Anda, semakin tak didengar apa yang Anda katakan. Bahkan, meski pasangan berteriak, Anda tak perlu membalasnya dengan berteriak. Berbicara dengan suara pelan namun jelas akan membuat pasangan mulai memusatkan perhatian pada masalah, bukan bereaksi pada suara yang keras.

5. Rasa Ingin Tahu, Bukan Membela Diri

Membela diri dengan mengeluarkan suara keras dan memprotes sambil mengatakan Anda yang benar atau dengan melempar piring, justru akan memperhebat pertengkaran. Sebaliknya tanyakan informasi yang lebih rinci dan minta contoh.
Biasanya, ada beberapa alasan mengapa seseorang sampai mengeluh. Jika Anda memperlihatkan keingintahuan mengenai keluhannya, Anda telah memberinya ruang untuk mengerti.

6. Bertanya Spesifik

Pernyataan menyeluruh yang menyertakan kata-kata ‘selalu’ dan ‘tidak pernah’ hampir tak akan memberikan jalan keluar. Jika pasangan mengeluh, tanyakan kepadanya mulai dari masalah secara menyeluruh ke arah yang spesifik, agar Anda dapat mengerti secara persis apa yang dibicarakannya.
Sebaliknya, jika Anda yang mengeluh, lakukan yang terbaik dengan memberikan contoh kepada pasangan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.

7. Mencari Titik Temu

Selalu ada bagian konflik yang dapat diterima dan disetujui. Dengan menemukan titik temu, akan menjadi permulaan yang penting dalam mencari solusi bersama.

8. Mencari Pilihan

Pertengkaran berakhir dengan dimulainya kerja sama. Tanyakan secara sopan saran-saran atau alternatif yang dapat mengundang kerja sama. Pertimbangan yang hati-hati atas beberapa pilihan akan memperlihatkan rasa hormat. Dengan menawarkan alternatif akan memperlihatkan, Anda juga bersedia mencoba hal baru.

9. Memberi Kelonggaran

Kelonggaran kecil dapat mengubah situasi. Jika Anda memberi sedikit kelonggaran, Anda telah memberi ruang bagi pasangan untuk juga memberikan kelonggaran kepada Anda.
Kelonggaran kecil juga akan memperbesar kompromi. Kompromi tak selalu berarti Anda berdua saling setuju 50-50, kadang-kadang 60-40, atau bahkan 80-20. Permasalahannya bukan pada angka, tapi pada cara mencari solusi yang cocok bagi Anda berdua.

10. Menciptakan Damai

Ada pasangan yang membuat aturan ‘tak pernah pergi tidur dengan menyimpan kemarahan’. Artinya, dari awal hubungan mereka sama-sama sepakat, hubungan lebih penting daripada memenangkan perselisihan.
Berarti, terkadang harus tidur sampai larut malam demi menemukan kompromi. Terkadang pula artinya, salah satu pasangan memutuskan, permasalahannya tak terlalu penting dan tak sampai harus memperdebatkannya.
Bila kedua pasangan menghargai hubungannya, salah satunya pasti akan mengalah. Jika salah satu mengalah, pasangannya akan menghargainya dan menawarkan damai. Pasangan seperti ini akan bisa mempertahankan hubungannya sampai bertahun-tahun, karena saling pengertian dan punya toleransi yang luar biasa.

Lanjutan..

Senin, 09 November 2009

Traveling Bersama Pasangan


Memiliki pasangan yang kita sayangi tentu saja sangat membuat kita bahagia, itu berarti kita juga harus mampu membahagiakannya, salah satunya adalah melakukan perjalanan seru dan menyenangkan serta menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Anda dan pasangan mungkin pasangan yang sempurna di rumah, namun itu tidak berarti gaya perjalanan Anda akan klop. Bagi beberapa orang, pengalaman itu tidak selalu membawa sentuhan angin segar. Beberapa orang mengungkapkan rasa frustasi mereka pada keengganan sang pasangan untuk bersikap aktif dalam merencanakan perjalanan. Yang lain mengaku, mereka merasakan kekecewaan yang dramatis untuk hal-hal yang remeh.

Hal ini tentu saja harus membuat kita mempunyai strategi unik untuk menghadapi titik-titik yang sulit dengan pasangan, agar perjalanan yang menyenangkan dapat kita rasakan bersama dengan pasangan :

Ingatkan pasangan bahwa perjalanan ini bukan kunjungan bisnis.

Jangan tersesat. Banyak sekali cerita tentang perjalanan seru yang justru sering merasa stres karena kesalahan membaca peta dan navigator, sementara suami mengemudi. Namun sekarang bisa menggunakan GPS dan itu merubah segalanya!

Temukan waktu untuk jalan-jalan sendiri. Anda bisa mencoba cara hebat untuk menghindari kebosanan setelah 24 jam kebersamaan. Pastikan untuk menjadwalkan perjalanan terpisah secara reguler melakukan hal-hal yang Anda sukai sepanjang siang atau sore. Hal ini akan memberi bahan perbincangan dan mengurangi tekanan.

Mengakui kekuatan pasangan Anda. membuat kertas kerja dan tidak kehilangan satu moment pun, kita bisa sangat menghargai hal yang dilakukan ketika kita dapat membuat keputusan yang lebih baik.



Menyelesaikan pertengkaran sebelum terjadi. Butuh waktu lama bagi kita untuk menyampaikan rahasia dan perjanjian damai. Untuk bersenang-senang selama liburan sebelum berangkat kita bisa melakukan diskusi di awal hal-hal yang biasanya menyebabkan pertengkaran harus kita bicarakan terlebih dahulu sebelum itu terjadi.

Perut harus kenyang. Rasa lapar amatlah berbahaya, kita harus belajar untuk tidak menunda makan, karena hal itu amat sangat buruk.

Tetap optimis meski ada ketidaknyamanan. Kita harus mampu memahami bahwa orang bisa merasa kesal akibat kepanasan, tidak yakin akan arah tujuan, merasa lapar selama 2 jam, atau malah lebih lama dan entah apa lagi yang dapat terjadi, seakan daftar ini bisa berlangsung selamanya. Kita merasakan semuanya di tengah perjalanan sampai merasa hampir gila. Namun kita harus belajar menikmati kebersamaan dan bahwa hal itu tiada bandingannya dengan apa yang akan kita lihat atau tidak kita lihat, apa dan kapan kita akan makan, kapan kita akan tiba di tempat tujuan, selama pasangan selalu berada di sisi kita J.

Biarkan hal-hal kecil berlalu. Menghabiskan lebih banyak waktu bersama, akan membuat kita merasa bahagia berada di tempat tujuan wisata. Kita bisa merasakan getaran "woo hoo, kita lagi liburan nich" dan mengacuhkan hal-hal yang mungkin mengganggu kita di rumah ataupun di kantor.

Selalu menemukan obat bagi kekecewaan. Jika Anda tidak sempat mengunjungi suatu museum, masih ada yang lain di ujung jalan sana . Jika Anda salah belok Anda bisa menemukan jalan lain untuk tiba di sana . Jika Anda memesan sesuatu yang tidak Anda sukai, pesan saja lagi sesuatu yang lain. Jika Anda tidak melihat ada untungnya melakukan perjalanan ini, rencanakan kepulangan.

Ambilah dunia sebagai sepasang kekasih. Sesungguhnya kita dapat menemukan bahwa kita hampir tidak pernah bertengkar atau saling tidak setuju ketika melakukan traveling. Mungkin ini karena kita menjauh dari segala stres yang bisa menyebabkan perbedaan dengan pasangan. Ini semacam sindrom 'aku dan kekasihku sedang melawan dunia'. 

Selamat mencoba … Semoga perjalanan anda menyenangkan !!!

Lanjutan..

Menahan Amarah...


Kemarahan adalah salah satu sifat yang dimiliki manusia, dan ketika rasa amarah datang, kita sebagai manusia harus mampu mengatasinya agar jangan sampai menjadi angkara, Al-Ghazali (1978) menjelaskan, perasaan marah dapat diatasi dengan banyak cara antara lain :
Mengingat saran-saran Islam dalam keutamaan dan kelebihan yang bersifat positif seperti sopan santun, menghormati dan menahan marah hal ini harus berbanding dengan sifat-sifat negatif seperti marah dan balas dendam.
Ingat balasan Tuhan tentang sifat marah.


Mempertimbangkan tentang akibat yang akan di dapat ketika permusuhan dan efek balas dendam.
Gambarkan betapa buruk wajah kita ketika marah, mungkin seperti singa yang mengganas, hehehe ….
Renungkan penyebab kita tidak dapat mencegah diri dari menahan marah.

Islam menyarankan dalam menahan perasaan marah, Nabi Muhammad s.a.w berkata yang bermaksud; “Marah itu datangnya daripada syaitan, sedangkan syaitan itu dijadikan daripada api dan yang memadamkan api adalah air. Apabila marah salah seorang daripada kamu, hendaklah kamu mengambil wuduk.”
Satu amalan lain yang dapat meredakan emosi saat marah adalah dengan membaca ta’awwudz atau “Aku berlindung kepada Tuhan daripada syaitan yang terkutuk”.
Selain itu, ganjaran bagi orang-orang yang dapat menahan kemarahan seperti mana digambarkan oleh Rasullullah s.a.w yang bermaksud: “Siapa menahan kemarahannya dan dapat melaksanakannya, niscaya Allah s.w.t akan memanggilnya di hadapan manusia ramai dan menyuruhnya memilih diantara bidadari yang dikehendakinya.” (Hadis riwayat Ibnu Abid-Dauya, Ahmad, Abu Daud dan At-Tarmizi).

Lanjutan..

Sabtu, 07 November 2009

Bila Ingin Sukses Di kantor baru

Kesan baik yang dapat Anda berikan kepada atasan dan rekan sekerja Anda terletak pada minggu-minggu pertama Anda mulai bekerja di suatu tempat, atau pada saat mulai mendapatkan bos baru.

1. Istirahat

Sebaiknya Anda betul-betul beristirahat beberapa hari sebelum memulai pekerjaan baru agar Anda tampil prima di hari pertama.

2. Periksa ulang catatan

Baca dan hafalkan nama-nama dan posisi orang yang Anda temui pada saat Anda di wawancara. Ini penting, agar Anda dapat menyapa dengan menyebutkan nama mereka dengan tepat.

3. Pelajari dan hafalkan

Kumpulkan kembali informasi penting serta latar belakang perusahaan tersebut baik dari brosur ataupun kumpulan kliping koran. Cari tahu tentang kompetitor perusahaan tersebut agar Anda mendapat gambaran secara umum.

4. Bekerja sehari penuh

Anda perlu mengetahui ke mana dan kepada siapa Anda bertemu di hari pertama. Tiba 30 menit lebih awal sebelum jam kerja dimulai dan pulang tidak melebihi jam kerja dan usahakan bersama-sama dengan rekan sekerja yang lain.

5. Tampil dengan energi yang positif

Tampil dan perlihatkan sikap bahwa Anda senang bergabung dengan tim kerja dari perusahaan tersebut.

6. Jaga penampilan

Ingat, Anda orang baru dan semua mata akan tertuju pada Anda oleh karena itu perhatikan penampilan Anda. Berpakaianlah yang sopan, tidak berlebihan tetapi tetap menarik.

7. Buat catatan

Catat semua prosedur, nama-nama dari para penentu di perusahaan tersebut serta nomer teleponnya agar Anda tampak sebagai pekerja yang dapat belajar dengan cepat.

8. Bersikap fleksibel

Siap dengan tantangan yang tak terhindarkan. Sikap yang fleksibel dapat mengurangi stres bagi Anda maupun rekan sekerja lainnya.

9. Perlihatkan sikap menghargai

Bersikap baik dan menghargai rekan sekerja yang membantu Anda.

10. Jadi pendengar yang baik

80 persen mendengar, 20 persen berbicara. sebaiknya Anda tidak memberikan pendapat atau pun penilaian Anda bila tidak diperlukan, karena akan membahayakan diri Anda. Anda akan lebih dihargai bila lebih banyak bersikap sebagai pendengar dan menyerap apa yang dikatakan atau diajarkan oleh rekan sekerja Anda. Jangan bersikap sombong dan mempelihatkan Anda lebih tahu.

11. Kenali atasan Anda

Teliti kepribadian dan gaya kerja atasan serta sesuaikan interasi Anda dengannya berdasarkan pilihannya.

12. Cari informasi

Perjelas apa yang diharapkan dari Anda. Pastikan Anda dan atasan memiliki sisi pandang yang sama.

13. Membaur dengan rekan sekerja lain

Sedapat mungkin berkenalan dengan sebanyak orang di perusahaan tersebut terutama rekan sekerja dari tim kerja Anda dan rekan sekerja dengan siapa Anda bekerja secara tetap. Jalin hubungan baik dan dari sini akan timbul kepercayaan.
14. Identifikasi pemain kunci

Cari tahu siapa penentu keputusan, siapa yang berpengaruh, siapa yang disayang. Perhatikan dan contoh kebiasaan mereka.

15. Bongkar agenda yang tersembunyi

Tandai setiap ada masalah politis di tempat kerja Anda. Jangan libatkan diri pada masalah tersebut.

16. Berinisiatif

Bila anda sudah selesai mengerjakan tugas Anda beritahu atasan dan tanyakan apa ada tugas yang lebih besar.

17. Jangan melakukan perubahan yang besar

Walaupun pada saat diwawancara pewawancara mengatakan kepada Anda bahwa perusahaan tersebut mencari pekerja yang penuh dengan ide yang segar, Anda perlu berhati-hati merealisirnya.
Hormati rekan sekerja yang telah bekerja keras untuk proyeknya atau sistem prosedur untuk suatu atau lebih dari pekerjaan tertentu sebelum Anda mencoba untuk mengubahnya. Sangat mungkin ada hambatan yang mungkin Anda tidak sadari.

18. Bersedia menjadi pemain tim

Jangan terlibat gosip, dan jangan menjelekkan atasan Anda. Puji sesama rekan kerja. Lanjutan..


Blogger Templates Isnaini Dot Com. Clik COy Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes